Cetak

Hati Nurani Dalam Sudut Pandang Hikmah

Ditulis oleh Fethullah Gülen pada . diposting di Kriteria Atau Cahaya Di Jalan Kebenaran

Penilaian Pengguna:  / 0
JelekBagus 
Hati Nurani Dalam Sudut Pandang Hikmah

Hati nurani merupakan nama lain dari usaha manusia untuk mengetahui diri dan keberadaannya. Ia adalah sebuah mekanisme ruh yang berkehendak, berfirasat, memahami, dan selalu terbuka selamanya.

* * *

Alat-alat indra yang dimiliki jiwa seperti iradah, perasaan, pikiran, dan hati, pada waktu yang sama merupakan prinsip-prinsip dasar terpenting dari hati nurani. Dengan itu manusia dapat menjadi insan kamil di dunia dan manusia bisa mencapai kebahagiaan abadi dan kebahagiaan tatkala berjumpa dengan Allah Ta'ala di akhirat kelak.

* * *

Hati nurani adalah sebuah cermin bersih nan jernih. Hati nurani dapat menunjukkan Sang Haq (Yang Maha Benar). Tidak ada yang dapat menerjemahkan Zat Allah Yang Tinggi selain hati nurani. Tentunya harus ada ruh yang dapat merasakan keberadaannya, serta telinga-telinga yang dapat mendengarkan suaranya.

* * *

Dikarenakan hati nurani adalah perasaan dan pemahaman ruh, maka ia akan berada di sebuah tempat teratas, selalu terbuka pada alam akhirat. Ia memiliki timbangan-timbangan yang benar dan ketulusan yang setara dengan kemaksuman malaikat.

* * *

Ada begitu banyak mufti dan hampir keseluruhan mereka merujuk pada sumber yang sama setingkat pemahaman mereka lalu mengeluarkan fatwa. Sementara hati nurani adalah seorang mufti yang memiliki pandangan tajam. Ia mengeluarkan fatwa dalam sudut pandang hakikat. Fatwa yang diberikannya pun tidak akan menyesatkan atau menipu siapapun.

* * *

Hati nurani yang umum adalah perasaan, firasat, dan pemahaman sebagian besar yang dinamakan dengan "Sawadul A'dzam", hingga kemungkinan salahnya sangatlah kecil. Apalagi pengetahuan dan informasi yang didapat adalah bersandar pada sumber ilham yang sama.

* * *

Hati nurani yang umum, memiliki posisi setingkat hakim yang tidak akan salah dan tak akan ditipu. Oleh karena itu semua orang akan menerimanya sebagai hakim dan ridha dengan hukum-hukumnya. Hal ini berarti hati nurani adalah rujukan terakhir dalam beberapa permasalahan.

* * *

Tugas adalah pekerjaan yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala, yang mewujudkannya dalam kehidupan adalah para nabi yang memiliki hati nurani yang bersih. Tidak ada kemungkinan untuk menolaknya. Hak adalah hakim secara mutlak. Sedangkan hati nurani adalah cermin hakikat yang paling benar. Meski kadang-kadang tampak kabur, seringkali apa yang ditunjukkannya pun benar.

* * *

Keteraturan dalam sikap dan perilaku seorang manusia berasal dari keteraturan dalam ruh dan pikirannya. Sedangkan laduni yang tampak dari gerakan manusia adalah karena hati nuraninya terbuka untuk akhirat.

blog comments powered by Disqus