Cetak

Kehormatan Dalam Sudut Pandang Hikmah

Ditulis oleh Fethullah Gülen pada . diposting di Kriteria Atau Cahaya Di Jalan Kebenaran

Penilaian Pengguna:  / 0
JelekBagus 
Kehormatan Dalam Sudut Pandang Hikmah

Kehormatan adalah sebuah adonan yang penuh berkah bersumber dari kesucian, kesetiaan, dan loyalitas. Yang ketika digunakan sebagai campuran beton dalam pembangunan, maka bangunan tersebut tidak akan mudah goyah dan roboh.

* * *

Kehormatan adalah sisi tertinggi dan sifat terpenting dari seorang pejuang. Sedangkan sisi paling rendah dan paling hina dari seorang pejuang, adalah ketika ia mengabaikan perkara kehormatan.

* * *

Sisi paling mulia dan berharga dari seorang wanita, adalah ketika kesucian dan kehormatannya tak bernoda. Orang-orang yang tidak bersikap sensitif dalam menjaga kehormatan dan kesucian diri serta keluarganya, maka mereka pun pasti tidak sensitif dalam menjaga dan menjunjung martabat serta kemuliaan bangsa.

* * *

Kehormatan tidak sama dengan kemuliaan. Mungkin kekayaan bisa menjadi dasar kemuliaan, tapi bukan dasar dari kehormatan.  Kemiskinan pun tentunya tidak akan menghapus kehormatan.

* * *

Kehormatan adalah kesucian yang mana semua bangsa menjadikannya sebagai "sumpah dan ikrar". Serta merupakan salah satu berlian kemuliaan yang paling mahal. Sesungguhnya kemuliaan dan keluhuran seseorang yang tidak mengenal kehormatan adalah bohong dan palsu.

* * *

Kehormatan adalah sebuah berlian yang tiada duanya dan paling berharga yang harus dilindungi dalam peti harta karun. Dengan demikian nilainya pun setingkat lebih bertambah.

* * *

Orang yang tidak sensitif dalam menjaga harga diri dan kehormatan orang lain sebagaimana ia menjaga harga diri dan kehormatan dirinya, tidak akan mampu menjaga amanah dan tidak bisa dipercaya sama sekali.

* * *

Bagaikan kelalawar yang tidak menginginkan cahaya, maka seorang ateis pun tidak menginginkan  agama, orang bodoh tidak menghendaki ilmu, orang tidak bermoral tidak menginginkan akhlaq, dan orang yang tak mengenal rasa hormat pun tidak akan menginginkan kehormatan.

blog comments powered by Disqus