Cetak

Kehati-hatian

Ditulis oleh Fethullah Gülen pada . diposting di Kriteria Atau Cahaya Di Jalan Kebenaran

Penilaian Pengguna:  / 0
JelekBagus 
Kehati-hatian

Kehati-hatian adalah sebuah sikap antisipasi yang sangat penting. Dimana ketika kita bertindak atau melakukan sesuatu kita tidak akan menyesali kerugian dan musibah yang mungkin menimpa kita. Betapa banyak orang yang memulai dan tidak melakukan persiapan yang matang dalam berikhtiar, pada akhirnya mereka kemudian menyesal, atau menyalahkan takdir.  Ya, awalnya mereka mengabaikan langkah antisipasi. Kemudian mereka pun melakukan kesalahan kedua, yaitu menyalahkan takdir.

* * *

Setinggi apapun target yang ditentukan dalam sebuah langkah, maka antisipasi yang perlu dilakukan harus sesuai dengan ukuran tersebut.  Oleh karena itu, jika seseorang tidak mengatur pekerjaannya sesuai perhitungan untung dan rugi, seberat beban tugas yang diembannya secara matang, maka ia bagaikan petualang yang ceroboh atau seorang lugu yang bodoh dalam berbagai tindakannya.   Langkah orang bodoh seperti ini, lebih berbahaya daripada diamnya dia.

* * *

Ketika seseorang ingin meraih cita-citanya, maka antisipasi dan kehati-hatian adalah modal paling besar baginya.  Sedangkan pengabaian dan kelalaian kecil kita disini, adalah salah satu kesalahan besar yang menyebabkan kita menyalahkan orang lain.  Orang pintar adalah sosok manusia yang bisa meletakkan sesuatu pada tempatnya, yang telah meletakkan solusi sebelum bahaya datang.  Ya, Jangan sampai kita bolak-balik menyalahkan antara takdir dan pencuri. Leluhur kami berkata, “Kamu harus menangkap pencuri sebelum ia mencuri darimu.” 

* * *

Manusia harus mengambil semua langkah antisipasi dan membuat rencana awal dalam setiap pekerjaannya.  Manusia harus menjauhkan diri dari segala sesuatu yang tidak mempunyai manfaat dari segi materi maupun maknawi.  Semua pekerjaan yang dilakukan tanpa langkah-langkah antisipasi adalah sia-sia. Sedangkan orang yang sibuk dengan kesia-siaan adalah orang yang bersifat kekanak-kanakan dan akalnya kurang.

* * *

Ketika seseorang mampu menghadapi ujian tersulit dalam kondisi yang terhimpit, ia akan membuktikan nilai dan kapasitas kemampuannya dengan kesuksesan yang diraihnya. Kesuksesan yang diraih dalam hizmet yang dilakukan dalam situasi berat seperti ini, bergantung pada kokohnya sebuah rencana dan penerapan yang sesuai rencana.  Dengan demikian, sesungguhnya nilai dan kapasitas seseorang berhubungan erat dengan kesuksesan yang diraihnya. Sedangkan kesuksesan seseorang memiliki hubungan erat dengan keputusan awal sebelum ia menerapkannya.

* * *

Kehati-hatian berbeda sekali dengan melangkah mundur karena takut. Berperilaku tanpa antisipasi pun tidak memiliki hubungan sama sekali dengan keberanian dan kepahlawanan.  Pada kenyataannya, andaikata poin pertama tadi dilakukan secara berlebihan mungkin dapat menimbulkan kerugian tertentu. Akan tetapi kerugiannya hanya bersifat lokal dan merupakan salah satu bahaya yang mungkin dicari solusinya.  Adapun perilaku orang-orang yang menganggap 'tanpa antisipasi' sebagai sebuah kepahlawanan, seperti halnya perilaku Don Kihote (Don Quxiote, seorang ksatria atau laki-laki dari La Mancha), sesungguhnya perilaku tersebut sangat berbahaya dan berisiko di setiap waktu.

* * *

Sebagaimana halnya sifat buruk lainnya, menggunakan psikologi masyarakat yang mudah ditipu untuk memanipulasi masyarakat, adalah salah satu hadiah dari peradaban Barat.  Menurut orang-orang yang memiliki pemikiran serba tidak sempurna dan tidak jelas ini, berteriak dalam setiap gerakan adalah satu hal yang normal seperti halnya bunyi keok seekor induk ayam padahal telurnya hanya satu. Sementara menurut kita, setiap permasalahan bangsa harus berjalan dengan tenang dan sabar seperti sabarnya terumbu karang yang semakin banyak dalam ketenangan tanpa ada kebisingan di setiap tempat yang sunyi dan jauh dari pandangan.

* * *

Kemuliaan manusia di sisi Allah Yang Maha Haq, diukur dengan keagungan usaha (himmah) mereka.  Adapun tanda paling jelas dari keagungan usahanya adalah ketika seorang manusia mengorbankan kebahagiaan dan kesenangan pribadinya demi kebahagiaan orang lain.   Saya tak tahu, apakah ada pengorbanan yang lebih besar dari pengorbanan seorang manusia yang rela diinjak kehormatan dan kemuliaannya untuk keselamatan masyarakatnya, bahkan ia yang mampu menahan amarahnya di saat dia perlu melampiaskan kemarahannya, dan mengesampingkan keinginan dan kesenangan pribadi di setiap waktunya. Adakah pengorbanan yang lebih besar dari pengorbanan ini?

* * *

Sebagaimana setelah melihat keberhasilan para tentara Sultan Fatih dari keberaniannya semata dan mengabaikan pentingnya rencana-rencana para komandannya adalah sebuah kebodohan, maka menghubungkan ‘semua kesuksesan’ dengan keberanian konyol saja dan mengabaikan pentingnya langkah antisipasi pun merupakan sebuah kebodohan yang nyata.  

* * *

Antisipasi merupakan sebuah doa yang dihaturkan ke hadirat Allah Ta'ala, sebagaimana halnya ‘memulai sebuah pekerjaan dan gerakan’ pun sebuah doa. Pada waktu yang sama, keduanya bagaikan dua wajah dari satu hakikat.  Kesalahan pelaksanaan salah satu dari dua hal ini, seringkali memutus inayah Ilahi dan pada akhirnya menyebabkan kegagalan.  Sedangkan jalan dan perjalanan tanpa hambatan, hanya dapat diwujudkan dengan  kesiagaan diri di setiap waktu.  Betapa bahagianya orang yang dapat memahami hal ini...!

blog comments powered by Disqus