Pesan Sehubungan Dengan Serangan Teroris 11 September

Pesan Sehubungan Dengan Serangan Teroris 11 September

Saya ingin memperjelas bahwa setiap kegiatan teroris, tidak peduli siapa yang melakukannya atau untuk tujuan apa, adalah pukulan terbesar bagi perdamaian, demokrasi, dan kemanusiaan. Untuk alasan ini, tidak seorangpun—dan tentu saja termasuk seorang muslim—dapat menyetujui setiap kegiatan teroris. Teror tidak memiliki tempat dalam upaya untuk mencapai kemerdekaan atau keselamatan. Teror merenggut kehidupan orang-orang yang tidak bersalah.

Meskipun tindakan seperti itu tampaknya merugikan target, semua kegiatan teroris akhirnya jauh lebih merugikan para teroris itu sendiri dan pendukung mereka. Kegiatan teroris yang terakhir ini, yang merupakan salah satu yang paling berdarah dan terkutuk, bukan sekedar serangan terhadap Amerika Serikat—tetapi merupakan serangan terhadap perdamaian dunia serta terhadap nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan universal. Mereka yang melakukan kekejaman ini hanya layak disebut sebagai orang-orang yang paling brutal di dunia.

Saya tegaskan bahwa Islam tidak menyetujui terorisme dalam bentuk apapun. Terorisme tidak dapat digunakan untuk mencapai tujuan apapun dalam Islam. Tidak ada teroris bisa menjadi seorang muslim, dan tidak ada muslim sejati bisa menjadi seorang teroris. Islam menghendaki perdamaian, dan al-Qur’an menuntut agar setiap muslim yang sejati menjadi simbol perdamaian dan bekerja untuk mendukung pemeliharaan hak asasi manusia. Jika sebuah kapal membawa sembilan penjahat dan satu orang yang tidak bersalah, Islam tidak memperbolehkan untuk menenggelamkan kapal dalam rangka menghukum sembilan penjahat itu; tindakan ini akan melanggar hak-hak satu orang yang tidak bersalah.

Islam menghormati semua hak individu dan menyatakan dengan jelas bahwa tidak ada satupun dari semua ini dapat dilanggar, meskipun jika pelanggaran itu dilakukan untuk membela kepentingan masyarakat. Al-Qur’an menyatakan bahwa orang yang merenggut nyawa orang lain secara tidak adil pada dasarnya telah merenggut semua nyawa umat manusia, dan yang orang yang menyelamatkan satu jiwa, pada dasarnya, telah menyelamatkan semua umat manusia. Selain itu, Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa seorang muslim adalah orang yang tidak membahayakan baik dengan tangan atau dengan lidahnya.

Saya sangat mengutuk serangan teroris terakhir di Amerika Serikat itu. Serangan itu hanya layak dikutuk dan dihina oleh setiap orang di dunia. Saya ingin mengajak semua orang untuk tenang dan mengendalikan diri. Sebelum para pemimpin Amerika dan orang-orang menanggapi serangan keji ini dengan kemarahan dan rasa sakit, saya ingin menyatakan bahwa mereka harus memahami mengapa suatu peristiwa yang mengerikan itu terjadi dan mari kita lihat bagaimana tragedi serupa dapat dihindari di masa mendatang. Mereka juga harus menyadari fakta bahwa melukai massa yang tak berdosa untuk menghukum segelintir orang yang bersalah tidaklah bermanfaat; melainkan tindakan seperti itu hanya akan memperkuat teroris dan melahirkan lebih banyak teroris dan kekerasan. Harap diingat bahwa teroris merupakan suatu minoritas yang sangat kecil dalam setiap masyarakat atau agama. Mari kita coba untuk mengerti satu sama lain lebih baik, karena hanya melalui pemahaman dan saling menghormati kekerasan semacam itu dapat dicegah di masa mendatang.

Saya turut merasa sakit yang dirasakan orang-orang Amerika dari dasar hati saya, dan saya meyakinkan mereka bahwa saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi para korban dan saya berdoa bahwa Dia memberikan kesabaran kepada semua orang Amerika untuk memikul penderitaan ini.

Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk sekali lagi mengirim salam untuk semua orang.

M. Fethulllah Gulen mengeluarkan pesan ini setelah terjadi serangan teroris pada tanggal 11 September dalam rangka mengutuk para teroris dan segala kegiatan mereka.

Pin It
  • Dibuat oleh
Hak Cipta © 2020 Fethullah Gülen Situs Web. Seluruh isi materi yang ada dalam website ini sepenuhnya dilindungi undang-undang.
fgulen.com adalah website resmi Fethullah Gülen Hojaefendi.