Dünya ve Ukbanın Sultanı

Berpolitik yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah

Tanya: Beberapa orang mencoba untuk membenarkan pernyataan palsu dan beberapa tindakan yang tidak sah dengan mengklaim bahwa mereka bertindak sesuai dengan apa yang politik butuhkan. Bagaimana seharusnya politik dipahami dan dipraktekkan dari perspektif seorang muslim?

Jawab: Kata Arab untuk politik adalah siyasa, yang berarti “pemerintahan”. Kata ini digunakan dalam dua pengertian: Yang pertama adalah administrasi pada sebuah sistem, sekelompok orang, atau organisasi berdasarkan aturan tertentu dengan cara yang tepat; Pengertian yang kedua adalah "manajemen strategis." Hal ini berarti memperlakukan semua orang secara diplomatis, termasuk kepada mereka yang menunjukkan permusuhan. Kemudian mengambil setiap kesempatan untuk melakukan kebaikan terhadap mereka, dan dengan demikian mencoba untuk menangkal kejahatan mereka. Mengenai masalah ini, Bediuzzaman mengutip kata-kata Hafez dari Shiraz sebagai berikut: "Ketentraman dunia terletak pada dua hal:. Kemurahan hati terhadap teman-teman dan kebijaksanaan terhadap musuh"[1] Yang dimaksud dengan kemurahan hati terhadap teman-teman adalah dengan memuliakan mereka, bersikap baik kepada mereka, membuka hati untuk mereka, dan bertindak dengan manusiawi pada mereka. Karena manusia adalah contoh nyata dari hasil ciptaan terbaik, maka perlu untuk menghormati mereka dan memperlakukan mereka secara manusiawi. Tidak ada gerakan humanis yang mampu menyamai nilai Islam dalam memberikan nilai kepada manusia, dan untuk mewujudkan ini dalam kehidupan praktis..

Perbadaan antara Manajemen Strategis dan Bermuka Dua

Manajemen strategis terhadap musuh berarti penanganan mereka dengan baik. Ini berarti: tidak memprovokasi musuh dengan demagogi dan dialektika yang tidak perlu, melakukan diplomasi yang baik, dan menangkal kemungkinan serangan dan kerusakan yang datang dari sisi yang berseberangan dengan strategi yang bijaksana. Yakni, dalam hubungan anda dengan musuh, Anda akan mengikuti aturan seperti di satu sisi anda tidak akan memprovokasi mereka dan di sisi lain, anda tidak akan menerima bahaya dari mereka. Seperti yang terlihat, pendekatan diplomatik ini sangat berbeda dari orang-orang yang bermuka dua; yaitu orang-orang yang telah menyimpang dari jalan yang lurus. Sayangnya, mereka telah menyimpang terlalu parah sehingga melihat penipuan mereka kepada pihak lain sebagai suatu hal yang biasa, dan memandang bahwa segala jenis kebohongan bisa diterima. Adapun manajemen strategis, berarti mencoba untuk mencegah sikap bermusuhan melalui kesabaran dan ketabahan, serta dengan menggunakan akal dan diplomasi.

Negara diarahan pada jalan buntu yang menyebabkannya menuju kehancuran ketika digunakannya kekuatan dan kekerasan untuk memecahkan masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan diplomasi; Tidak melakukan langkah yang bijak terhadap musuh, dan dengan gegabah memutuskan untuk berperang. Hal-Hal itulah yang dilakukan beberapa Ittihadists hijau (atau  Ittihadists yang lugu) pada detik-detik terakhir kehancuran Ottoman. Mereka membawa akhir bagi negara Utsmani yang besar, yang tak tertandingi sejak berakhirnya masa para Sahabat Nabi yang mulia, sebagai konsekuensi buruk dari perang yang mereka nyatakan melawan Rusia. Jadi, apa yang kita maksud dengan manajemen strategis adalah kebijakan dan cara pemerintahan yang dilakukan demi mencegah negara ke arah jalan buntu tersebut.

Pemahaman yang Salah yang Mengartikan Politik sebagai Kebohongan

Ketika politik disebutkan di zaman kita yang sekarang ini, hanya mengaitkan kepada kegiatan partai politik yang mengatur masyarakat. Padahal, seni politik tidak hanya tentang pemerintahan negara semata. Ada kebijakan atau aturan tertentu yang semua orang perlu ikuti baik sebagai individu, keluarga dan dalam kehidupan sosialnya. Ketika hal ini tidak diperhatikan, hal itu menyebabkan kerusuhan dan konflik. Apapun yang seorang Muslim yakini tentang cara yang seharusnya dilakukan dalam politik, sudah sepatutnya harus pula dapat diterima dan sesuai dengan kriteria agama. Dengan demikian, perlu untuk ditekankan bahwa tindakan, sikap dan perilaku buruk yang tidak sesuai dengan identitas Muslim, tidak bisa dihubungkan dengan seni politik. Hal tersebut ditujukan kepada semua tingkatan dari kantor paling dasar ke tingkat tertinggi dari administrasi negara, tanpa mengecualikan perbedaan tingkatan tanggung jawab sekecil apapun.

Sebagai contoh, negara memiliki beberapa target sebagai berikut: Pencapaian posisi krusial dalam keseimbangan kekuasaan; Distribusi Kekuasaan; Pemenuhan harapan seluruh lapisan masyarakat; Dan pencegahan tindakan kesewenang-wenangan. Untuk mencapai target-target tersebut, kadangkala suatu negara mengeksploitasi sumber daya dari negara-negara lain dengan alasan dan dalih yang bermacam-macam. Suatu negara kadang juga membuat ancaman yang tak terlihat serta menyusun konspirasi yang bertujuan untuk mennggulingkan pemerintahan suatu negara yang dapat dikatakan sebagai penyerangan terhadap konstitusi suatu  negara. Tindakan-tindakan tersebut dapat menjauhkan masyarakat suatu negara dari warisan spiritual mereka sendiri, dan meninggalkan mereka tanpa identitas diri. Jika mereka menindas orang lain seperti itu, melanggar hak-hak dan melakukan tindakan otoriter, itu tidak bisa disebut politik melainkan tindakan teror tanpa keadilan dan hati nurani.

Sementara negara-negara lainnya, ada yang ingin mempertahankan posisi mereka dengan mengikuti tindakan yang tidak sah tersebut. Orang-orang  yang memegang kekuasaan pemerintahan di negara tersebut mungkin juga melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum demi kemakmuran dan masa depan mereka sendiri. Tidak hanya bertindak untuk diri mereka sendiri mereka bahkan mencoba untuk menjamin masa depan cucu mereka dengan terus menimbun kekayaan secara ilegal. Mereka melakukan nepotisme agar kalangan mereka sendiri yang menempati posisi-posisi penting. Mereka juga menghalangi kesuksesan kalangan diluar mereka. Selain itu mereka terus berusaha berdalih agar kejahatan mereka diterima dan dibenarkan oleh masyarakat yang luas. Mereka kadang-kadang berbohong, kadang-kadang membual tentang niat baik, kadang-kadang mencoba untuk membenarkan penindasan mereka sebagai keperluan politik, dan bahkan kadang-kadang mereka pun memfitnah orang-orang yang mereka tindas demi pembenaran diri sendiri tidak peduli seberapa agamis tampak mereka. Bahkan ketika mereka terus berbicara tentang iman dan membuat acara-acara suci dan sakral layaknya seorang Muslim, mereka yang melakukan penindasan semacam ini sangat jauh dari politik yang dilakukan oleh Nabi yang mulia dan khalifah yang dibimbingnya.

Usaha dalam Membenarkan suatu Penindasan

Selain itu, tindakan tidak sah juga dilakukan dengan kesan bahwa hal itu merupakan suatu hal yang sah dan tidak bersalah. Mari kita bayangkan bahwa seseorang bertanggung jawab untuk memberikan khotbah di masjid. Ketika ia telah menyelesaikan tugasnya dalam melayani dan kemudian pensiun, ia berharap agar salah satu kerabatnya dapat mewarisi posisi itu kemudian dia menunjuk salah satu saudaranya untk berkhotbah. Pengkhotbah itu akhirnya pensiun dan kemudian mengabaikan aturan dan peraturan dalam menunjuk penggantinya. Dia justru mengikuti metode sendiri dalam rangka mewujudkan tujuannya. Hal Ini berarti secara tidak sadar ia telah menyimpang ke jalan yang salah. Dengan kata lain, ini berarti menggunakan cara tidak sah untuk mencapai tujuan yang sah.

Beberapa orang dengan cara yang sama telah menguasai pemerintahan dan telah menyelewengkan uang rakyat, mungkin bisa saja berkata seperti ini: “Kita harus kuat, jika kita kehilangan kesempatan tersebut besok kita harus berdiri tegak lagi dan menghidupkan kembali organisasi-organisai yang menaungi kita”. Semua hal tersebut adalah suatu bentuk pengkhianatan besar  yang merupakan tindakan yang dapat merugikan negara. Dari luar hal tersebut tampak sebagai suatu hal yang tidak bersalah, sehingga kadang masyarakat yang religius pun menjadi terbiasa akan hal tersebut. Namun, sesungguhnya ini adalah suatu penyimpangan dan pengkhianatan kepercayaan secara terang-terangan. Mereka yang terbiasa dengan praktik-praktik seperti ini, telah membangun masalah yang mereka akan hadapi di masa depan dengan tangan mereka sendiri dan mereka tidak sadar akan hal itu.

Jika mereka, dan massa pendukung mereka, menganggap semua ini sebagai suatu kebutuhan politik dan menyebutnya seni politik, mereka sedang mengalami delusi yang buruk. Pertama-tama, politik harus sesuai dengan prinsip-prinsip etika dan agama. Seorang politisi Muslim harus mengikuti cara Rasulullah SAW dan pewarisnya terkait hal administrasi dan politik. Sang Kebanggan Umat dan para pewaris sejatinya menghabiskan hidup mereka dengan benar-benar teliti tentang hal-hal halal dan haram, dan mereka tidak pernah mengambil langkah menuju area yang telah dilarang. Terkait hal ini, perlu untuk bertindak dengan sangat berhati-hati mengenai kebenaran maksud serta tujuannya. Jika sesorang, terutama mereka yang memegang kekuasaan, bertindak hati-hati dalam hal ini, mereka akan menginspirasi rasa kepercayan bagi orang di sekitar mereka dan menjadi teladan bagi orang lain.

Kepercayaan Masyarakat adalah Imbalan Terbesar

Sebenarnya, ini adalah rahasia yang mendasari fakta bahwa orang-orang yang setia telah diterima di seluruh empat penjuru dunia. Mereka berhasil karena mereka tidak pernah berhenti berperilaku dengan cara yang benar, mereka juga tidak melakukan pelayanan dengan berharap imbalan duniawi. Mereka selalu bertindak sesuai dengan ajaran agama. Jika mereka tetap bertindak dengan tekad, resolusi, kehati-hatian dan kesabaran yang sama, Allah SWT akan membuka bagi mereka jalan yang mengarah ke hati.

Saya tidak memiliki sedikitpun kekayaan duniawi dan saya pun tidak pernah berharap untuk memilikinya. Bukan hanya untuk diri saya sendiri, saya pun berharap saudara-saudara kandung saya juga tidak memilikinya. Saya tidak pernah berpikir untuk memprioritaskan kerabat saya dan membawa mereka ke suatu posisi tertentu. Saya merekomendasikan kepada teman-teman dekat saya agar tidak memiliki rumah dan menjalani hidup sederhana untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Ini adalah cara menginspirasi dan mendapatkan kepercayaan pada orang lain. Jika Anda berpikir tentang diri anda sendiri meskipun sedikit, Anda akan mengalami erosi kepercayaan di mata masyarakat. Faktanya, gerakan sukarelawan ini yang telah ada disekitar 170 negara di dunia dan berkembang dengan pesat benar-benar didasarkan pada esensi dari kesukarelaan. Jika mereka para sukarelawan menjauh dari hal itu, bantuan Ilahi juga akan berhenti dan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan akan terhenti. Cara agar dapat menerima bantuan Ilahi adalah berusaha agar rakyat berada di sisi Anda. Ketika Anda memusnahkan sarana ini, bantuan Ilahi juga akan berhenti. Orang-orang yang tidak bisa menerima keberadaan Anda dan tidak dapat menerima prestasi Anda akan iri dan mungkin kadang-kadang menggunakan fitnah yang berbeda untuk mencoba mencemarkan nama baik dari pelayanan yang anda lakukan. Sejauh Anda terus tetap di jalan Anda, kemudian dengan izin Allah maka tidak akan ada konspirasi atau fitnah yang dapat membahayakan Anda.

Siapapun yang memiliki rasa keadilan dan hati nurani tahu bahwa lembaga pendidikan yang mengibarkan bendera cinta dan toleransi di empat penjuru dunia  terlahir dari upaya orang-orang baik dan tulus dari Anatolia. Suatu masa ketika mereka menyadari perjuangan kemerdekaan pada saat kondisi terlemah, orang-orang dari Anatolia mengalami suatu kebangkitan lain kemudian menyebar ke empat penjuru dunia meskipun tidak memiliki sarana materi yang melimpah. Selain itu, ribuan guru dan pengajar muda menyebar ke seluruh dunia, bermigrasi ke tanah yang sebelumnya belum pernah terdengar oleh mereka. Meskipun diberikan upah yang sedikit  mereka terima dengan harapan agar mampu menyampaikan nilai-nilai luhur dari akar spiritual leluhur mereka. Karena bumi memiliki fitrah sebagai suatu entitas yang produktif, maka bumi menghasilkan hasil yang baik pula. Sebagai saarana untuk menunjukkan keperyacaanku terhadap mereka, Aku berdoa untuk teman-teman mungkin dalam beberapa puluh kali sehari. "Tuhanku! Bangkitkan para pelajar, guru, mentor dan wali (mütevelli) dengan Nabi Anda! Perkuat semangat mereka!"

Sebagai kesimpulan, apa yang melandasi gambaran indah dalam melayani iman dan kemanusiaan adalah kepercayaan masyarakat. Untuk alasan inilah, seperti yang telah terjadi sampai saat ini hingga masa yang akan datang sudah menjadi suatu keharusan untuk menghindari setiap jenis sikap dan perilaku yang mungkin membahayakan pelayanan tersebut.

(Diterjemahkan dari Kırk Testi artikel berjudul ‘Kur’an ve Sünnet Çizgisinde İlm-i Siyaset’)



[1]Nursi, Bediüzzaman Said, The Letters, New Jersey: The Light, 2007, p. 286.

Pin It
  • Dibuat oleh
Hak Cipta © 2020 Fethullah Gülen Situs Web. Seluruh isi materi yang ada dalam website ini sepenuhnya dilindungi undang-undang.
fgulen.com adalah website resmi Fethullah Gülen Hojaefendi.