Pengantar Redaksi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Sejak awal manusia diciptakan, takdir --atau yang dalam bahasa Arab disebut dengan al-Qadaru-- merupakan masalah pelik dan mendasar. Bahkan, boleh jadi bisa memengaruhi keimanan seseorang kepada Allah Swt. jika tidak dipahami sesuai dengan tujuan diberlakukannya menurut syari’at (aturan) Islam. Oleh karena itu, para ulama salafussalih menyimpulkan bahwa permasalahan takdir haruslah disesuaikan dengan pandangan Al-Qur’an dan Al-Sunnah yang shahîh. Mereka cenderung untuk tidak menginterpretasikannya secara bebas, dan tidak pula mendasarkan pada pemikiran mereka semata, seperti yang kerap dilakukan oleh sebagian orang yang tidak mengerti masalah ini (takdir) pada masa kini.

Seiring dengan perkembangan zaman, terlebih pada saat manusia lebih disibukkan oleh urusan memburu kehidupan dunia yang sebagian besar merasakan semakin sulit, sehingga membuat permasalahan tersebut (kebutuhan hidup lahiriah) menjadi skala prioritas bagi hampir setiap penduduk negeri. Bahkan, permasalahan ini lebih detail dijabarkan dengan berbagai peraturan dan pendidikan yang bersifat khusus di hampir setiap negara, yang oleh karena itu pusat-pusat pendidikan Islam ikut terkena imbasnya. Sampai-sampai, pemikiran moderen mulai berani mengkritik dan meragukan ajaran Islam dengan merasukinya dengan perkara-perkara yang menyerang kalangan awam maupun kalangan khusus (para pemikir Islam) mereka. Bersamaan dengan itu, masyarakat Islam secara umum juga sempat dibingungkan dengan permasalahan di seputar takdir ini, dan persoalan tersebut menjadi pembicaraan umum di hampir semua lapisan masyarakat, dimana mereka mulai menyerang serta berani menyalahkan takdir atas diri manusia. Sebaliknya, kaum Muslim lebih percaya kepada kekuatan dan pemikiran yang mereka sendiri miliki, sehingga sebagian kaum Muslim terjebak dengan merasa bingung ketika membicarakan permasalahan di seputar persoalan takdir.

Para pemuda Islam yang kurang mendapatkan pendidikan Islam secara cukup, mereka tidak mampu menolak pemikiran kaum sekular yang mulai menyerang masalah takdir yang menjadi rukun Iman yang keenam itu. Pada saat umat Islam mengalami kebingungan dalam memahami takdir sehingga mereka ragu akan adanya takdir Allah Swt. di balik setiap kejadian di alam semesta ini, maka tampillah seorang ulama yang sangat berjasa mengembalikan keyakinan umat Islam kepada Allah Swt. dan takdir-Nya. Beliau adalah Syaikh Fathullâh Kulan --atau yang dalam bahasa Turkinya lebih dikenal dengan sebutan Kulen, penerj--. Beliau berusaha menjawab setiap tantangan kaum sekular tentang masalah takdir dengan berbagai argumentasi yang dibangun secara lebih komprehensif dan lembut. Beliau juga sebarkan dengan cara-cara yang lebih bijak di atas berbagai mimbar (majelis ilmu). Sehingga pandangan-pandangan beliau yang lurus mulai diperhatikan oleh kaum Muslim yang tersebar di hampir seluruh negeri Turki.

Beliau menerangkan permasalahan seputar takdir secara lebih rinci, dalam bahasa yang indah dan mudah dicerna oleh segenap lapisan masyarakat. Sehingga setiap Muslim --di Turki khususnya-- yang dulunya tidak peduli kepada masalah takdir, kini mulai mengerti sedikit demi sedikit, dan mulai membicarakannya sesuai dengan berbagai petunjuk yang telah dijelaskan oleh Syaikh Fathullâh Kulan berdasar pada petunjuk Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Dan, sejak saat itu pula banyak orang yang kembali percaya kepada adanya takdir.

Semua keterangan yang dijelaskan oleh Syaikh Fathullah Kulan tampaknya mendapat sambutan baik dari segenap lapisan umat Islam di negeri Turki, sehingga keyakinan mereka tentang takdir dan kebijaksanaan Allah Swt segera kembali, seperti yang pernah diterangkan oleh para ulama Islam di masa lalu. Karena, beriman kepada takdir dan Al-Qur`an merupakan kebutuhan pokok bagi setiap Mu`min, sekaligus jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat Eropa dan Amerika yang lebih mempercayai segala kemampuan manusia yang bersifat material. Oleh karena itu, buku sederhana namun sarat muatan ini perlu diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia, agar menjadi pedoman hidup bagi mereka yang membacanya.

Masalah seputar takdir , baik secara teori maupun praktek diterangkan di hadapan orang-orang yang sangat luas. Penulis menerangkan dengan lebih detail dan teliti tentang aturan semesta yang awalnya terdiri dari partikel atom-atom yang sangat halus, juga biji-bijian pada tanaman, hingga menjadi benda-benda yang besar, seperti berbagai kendaraan mutakhir dan segala sesuatu yang bergerak. Diterangkan pula, bahwa segala sesuatu yang diciptakan di alam semesta ini telah diatur sesuai dengan takdir dan kehendak Allah Swt.

Selanjutnya diterangkan pula, bahwa titik awal tentang permasalahan di seputar kekeliruan memahami makna takdir yang ada di hampir setiap qalbu manusia akhir zaman telah menimbulkan berbagai kepercayaan, terutama bagi orang-orang yang keimanannya masih berada pada level lemah. Akan tetapi, jika orang-orangnya telah kuat keimanan dan keikhlasannya, maka ibadah yang ia lakukan akan semakin tekun, dan sampai pada puncaknya.

Meskipun demikian, Allah Swt tidak bersifat otoriter dalam menetapkan takdirnya kepada manusia. Dia memberi manusia sebagian hak untuk menentukan pilihannya sendiri. Pada yang sangat bersamaan, Allah Swt telah mengajak caloncalon manusia --pada saat mereka berada di alam ruh-- berbicara seperti yang disebutkan dalam firman-Nya berikut ini, "Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan (anak-anak) Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka, seraya berfirman, ‘Bukankah Aku ini Rabb kalian?’ Mereka menjawab, ‘Benar, Engkau adalah Rabb kami, kami menjadi saksi atas itu.’ Kami lakukan yang demikian itu agar di Hari Berbangkit kalian tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah (tidak diberi tahu) terhadap ini (keahadan Allah)" (QS al-A’râf [7]: 172).

Tersedia pula jawaban yang mengena atas berbagai pertanyaan seperti yang disebutkan di atas, yang juga akan diungkap dalam buku yang sederhana ini; dalam format tanya jawab.

Adapun tiga bagian utama yang akan dibicarakan dalam buku ini berisikan seputar berbagai keterangan dan ceramah yang pernah diberikan secara lisan di hadapan umum oleh Ustadz Muhammad Kulan, yang kemudian sebagian dari ceramahnya itu dikumpulkan ke dalam bentuk rekaman. Selanjutnya, beliau mengumpulkan hasil rangkaian dari ceramah itu dalam bentuk tulisan, seperti yang dituangkan dalam buku ini. Seluruh rangkaian tersebut dibalut dengan berbagai pendalaman, dan diaktualisasi dalam konteks kekinian, juga dengan berbagai dalil yang disandarkan kepada firman Allah Swt dalam Al-Qur’an maupun dari sumber hadis-hadis Rasulullah Saw.. Semua itu tertuang secara lebih detail dalam buku ini.

Setelah susunan dan sistematika penulisan buku ini diatur secara lebih teliti, beliau membagi buku sederhana ini menjadi beberapa bahasan secara lebih terperinci. Sehingga buku ini bisa dijadikan rujukan bagi siapa pun yang ingin mengkaji permasalahan takdir. Sebenarnya, isi buku ini bukan sekadar jawaban atas berbagai pertanyaan mengenai takdir Allah Swt. Akan tetapi, lebih sebagai representasi bagi cahaya keimanan yang dapat memberi ketenangan bagi akal dan sekaligus perasaan setiap Mu’min mengenai permasalahan takdir. Oleh karena itu, buku ini sangat diperlukan oleh setiap Mu’min yang tidak mungkin sanggup berlepas diri dengan urusan takdir.

Sesungguhnya perbuatan yang bisa dijadikan sebagai landasan untuk menguatkan keimanan dan keyakinan kepada ajaran Al-Qur’an diawali dengan mengemukakan berbagai hakikat keimanan yang dilandasi dengan dasar-dasar yang kokoh. Sebab, banyak orang yang tidak mengerti tentang permasalahan di seputar takdir itu sendiri, terutama bagi masyarakat Muslim maupun non-Muslim di negeri-negeri yang penduduknya tidak dibingkai dengan aturan syari’at Islam dalam ideologi kenegaraan; seperti yang berlaku di Eropa dan Amerika, juga Indonesia, yang sungguh sangat membutuhkan untuk mendalami permasalahan takdir melalui buku ini. Oleh karena itu, buku ini sangat perlu diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia, agar banyak orang yang akhirnya dapat mengerti tentang masalah takdir.

Dan sebagai penutup, kami ucapkan ribuan terima kasih kepada penyusun buku ini, semoga beliau diberi berbagai karunia oleh Allah Swt, serta usia yang panjang, demi untuk mengabdikan diri dalam menggapai kejayaan Islam dan kaum Muslim, âmîn.

Pin It
  • Dibuat oleh
Hak Cipta © 2020 Fethullah Gülen Situs Web. Seluruh isi materi yang ada dalam website ini sepenuhnya dilindungi undang-undang.
fgulen.com adalah website resmi Fethullah Gülen Hojaefendi.