Surah al-Baqarah [2]: 87

وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ
“Dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus,” (QS al-Baqarah [2]: 87).

Sebagian ahli tafsir mengartikan kata “Ruhul Qudus” adalah malaikat Jibril as. Penafsiran semacam itu dapat kita temukan di berbagai kitab tafsir. Untungnya, sahabat Hasan Ibnu Tsabit pernah menyebutkan kalimat puisi di majelis Rasulullah Saw.,

Malaikat Jibril adalah kepercayaan Allah yang diturunkan kepada kami.
Adapun Ruhul Qudus tidak mempunyai kesamaan dengan malaikat Jibril.

Rasulullah Saw. memuji syair Hasan Ibnu Tsabit itu. Karena itu, kami berpendapat yang dimaksud Ruhul Qudus bukanlah malaikat Jibril as. yang pernah diutus Allah untuk membuktikan kerasulan Nabi Isa putra Maryam, seperti yang disebutkan dalam firman Allah, “Dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus,” (QS al-Baqarah [2]: 87).

Yang dimaksud memberi kekuatan dalam ayat di atas bukanlah malaikat Jibril as, tetapi kami yakin bahwa yang dimaksud Ruhul Qudus adalah sebuah kekuatan dan kemampuan alam malakut di dalam kerajaan Allah yang dapat melakukan kehendak Allah semaunya menurut alam ketuhanan. Ketika Ruhul Qudus yang diperbantukan kepada Nabi Isa as. menurut kitab Injil, tetapi menurut Rasulullah Saw. adalah bantuan yang cocok dengan Al-Qur’an.

Nabi Isa as. telah diutus dengan membawa berbagai mukjizat yang terang dan jelas seperti jelasnya matahari, yaitu berbagai mukjizat yang dapat mengajak orang lain untuk beriman dan percaya kepada Nabi Isa as. Padahal berbagai mukjizat yang jelas dan terang sudah tidak membutuhkan lagi bukti-bukti kebenaran yang lain. Al-Qur’an pernah menyebutkan berbagai mukjizat yang diberikan kepada Nabi Isa as., seperti beliau membuat sebuah burung dari tanah, kemudian ditiup, sehingga burung dari tanah itu dapat terbang seperti burung yang hidup. Selain itu, Nabi Isa as. diberi mukjizat yang lain, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut, “Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman,” (QS al-Imran [3]: 49).

Ada kemungkinan yang dimaksud Ruhul Qudus dalam ayat di atas adalah suatu kekuatan tersendiri untuk menguati kerasulan Nabi Isa as.. Bukan Ruhul Qudus yang diyakini oleh umat Nasrani bahwa Jibril as. termasuk sebagian dari diri Nabi Isa as,. Padahal sebenarnya yang dimaksud Ruhul Qudus adalah suatu karunia Allah yang diberikan untuk membuktikan kebenaran kerasulan Nabi Isa as.. Tetapi, tidak mengapa jika ada orang yang beranggapan bahwa kerasulan Nabi Isa as. dikuati oleh malaikat Jibril as. atau malaikat yang lain.

Perlu diketahui bahwa Ruhul Qudus sejak semula atau sejak kehamilan Maryam, ibunda Nabi Isa as., sampai ketika ia melahirkan putranya telah menjelma berbagai rupa, yang semuanya menunjukkan bahwa malaikat Jibril as. sangat dekat dengan Nabi Isa as.. Ketika kehendak Allah ingin mengutus seorang nabi kepada suatu kaum yang hanya percaya kepada segala sesuatu yang bersifat benda, maka Allah menguati kerasulan Nabi Isa as. dengan ruh-Nya yang berupa petunjuk maupun berbentuk ruhaniyah yang menurut alam metafisika dapat menghancurkan pemikiran yang salah yang hanya percaya kepada kebendaan semata.

Selain itu, di sana masih ada berbagai kesaksian yang lain, yaitu kesaksian terlepasnya Siti Maryam dari perbuatan zina menurut Al-Qur’an yang membantah tuduhan sebagian orang bahwa Siti Maryam telah berzina dengan seorang lelaki, maka untuk membantah tuduhan keji itu Allah menerangkan bahwa Nabi Isa as. sengaja dilahirkan dari perut seorang ibu tanpa seorang bapak, sebagaimana kelahiran orang-orang lain yang disebabkan adanya persetubuhan seorang lelaki dengan seorang wanita. Wallâhu a’lam bishshawâb.

Pin It
  • Dibuat oleh
Hak Cipta © 2020 Fethullah Gülen Situs Web. Seluruh isi materi yang ada dalam website ini sepenuhnya dilindungi undang-undang.
fgulen.com adalah website resmi Fethullah Gülen Hojaefendi.