Surah Yûsuf [12]: 67

وَقَالَ يَا بَنِيَّ لاَ تَدْخُلُواْ مِن بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُواْ مِنْ أَبْوَابٍ مُّتَفَرِّقَةٍ
Dan Ya'qub berkata, “Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang.” (QS Yusuf, 67)

Firman Allah di atas menerangkan bahwa ketika Nabi Ya’qub as berpesan kepada anak-anaknya, agar mereka masuk ke dalam negeri Mesir bukan dari satu pintu gerbang, tetapi hendaknya mereka berpencar, para ahli tafsir menyatakan bahwa anak-anak Nabi Ya’qub as semuanya berwajah tampan, bertubuh sempurna dan berperilaku mulia, sehingga kedatangan mereka dapat menarik perhatian orang banyak di kalangan penguasa maupun rakyat Mesir, semuanya kagum ketika melihat kedatangan mereka dalam kunjungan mereka yang pertama kali. Karena itu, dikhawatirkan kedatangan mereka untuk yang kedua kalinya akan menimbulkan perasaan hasud di kalbu sebagian orang Mesir kepada mereka.

Sebagaimana kunjungan mereka ke negeri Mesir berulang kali dalam waktu yang dekat dan menjadikan hubungan mereka dengan Mesir sangat baik. Tentunya, pengaruh itu akan menimbulkan pertanyaan mengapa saudara-saudara Yusuf as mendapat simpatik dan pelayanan khusus dari Yusuf as. Padahal pada waktu itu yang datang untuk menemui Yusuf as ada sepuluh orang dari saudaranya.

Atau adakalanya Ya’qub as merasa bahwa mereka akan melakukan Benyamin, adik sekandung dengan Yusuf as, seperti yang mereka lakukan kepada diri Yusuf as. Karena itu, ia menghendaki anak-anaknya tidak memasuki negeri Mesir dari satu pintu gerbang, tetapi memasuki negerti itu dua orang-dua orang, agar mereka tidak mempunyai kesepakatan dalam urusan mereka terhadap Benyamin.

Mungkin saja Bani Israil ketika memasuki negeri Mesir dapat menghidupkan negeri itu dari segi maknawiyah. Karena itu, lebih utama jika mereka berlaku secara rahasia untuk menciptakan mimpi dan khayalan mereka, yaitu tidak terbentuknya suatu kumpulan yang mendatangi negeri itu, tetapi berbentuk individu-individu.

Tentunya, siasat yang dikatakan oleh Nabi Ya’qub as kepada putraputranya termasuk siasat yang berkaitan dengan sebab musabab. Siasat ini perlu dijaga baik-baik di alam semesta ini, meskipun berbagai upaya yang diciptakan oleh manusia tidak dapat menolak sedikitpun cobaan atau musibah yang telah ditentukan oleh Allah kepada mereka. Karena itu, Nabi Ya’qub as mengatakan bahwa sebab musabab yang ia katakan itu hanya pikiran dan kebijaksanaan manusia, tetapi apakah kebijaksanaannya akan sama dengan kebijaksanaan Allah. Karena itu, ia berkata seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut, Artinya, Dan Ya'qub berkata, “Hai anak-anakku janganlah kamu (bersamasama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri.” (QS Yusuf, 67)

Kita harus mengucapkan seperti yang diucapkan oleh Nabi Ya’qub as ketika itu, Artinya, “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Mumtahanah, 4-5)

Pin It
  • Dibuat oleh
Hak Cipta © 2020 Fethullah Gülen Situs Web. Seluruh isi materi yang ada dalam website ini sepenuhnya dilindungi undang-undang.
fgulen.com adalah website resmi Fethullah Gülen Hojaefendi.