Implikasi Untuk Teori Gerakan Sosial

Fethullah Gülen

Jarak antara realitas dan representasinya telah menjadi kabur di tengah masyarakat saat ini. Proses-proses sosial hanya terjadi pada tingkat simbolik. Akan tetapi, gerakan kontemporer seperti Pencerahan Gülen menyingkirkan bentuk perwakilan dan kodifikasi utama itu. Mereka berjuang bukan untuk institusi tetapi melawan penerapan simbol dan kekhasannya dalam mengatur hubungannya dengan dunia. Mereka memperlihatkan ketidak-sewenang-wenangan kekuasaan dan dominasi-nya. Mereka berupaya untuk mendapatkan kembali hak atau kapasitas untuk mendefinisikan kembali realitas. Mereka memperkenalkan praktik sosial yang bukan sepenuhnya objek pemikiran, gagasan di kepala, tetapi sebenarnya dapat dihidupkan di tingkat akar rumput. Mereka merekomposisi berbagai bagian dalam dirinya. Mereka mengorientasikan strategi mereka ke arah pencarian dimensi kemanusiaan yang hilang. Mereka mengembangkan model budaya yang otonom dan tidak biasa atau bentuk tindakan yang tidak diatur hanya oleh kalkulasi untung rugi kepentingan diri. Dan mereka menekankan dimensi spiritual pengalaman manusia. Hal-hal tersebut di atas membuat sebuah analisis kontemporer atas dimensi ideologis dari tindakan kolektif ini menjadi lebih sulit.

Partisipasi dan kontribusi Pencerahan Gülen di dalam proyek-proyek sosial memiliki pengertian yang berbeda untuk masyarakat yang berbeda di Turki. Di mata mereka yang melihat Pencerahan Gülen dengan penuh penghargaan, Pencerahan Gülen mengakui bahwa organisasi ini masuk ke dalam sistem dan mengidentikkan dirinya dengan kepentingan umum masyarakat Turki secara kese-luruhan. Mereka bertindak secara legal dan menurut aturan hukum di dalam batasan yang ditentukan oleh sistem untuk mencapai tujuan bersama secara kolektif. Akan tetapi, bagi yang lainnya, partisipasi dan kontribusi ini adalah klaim perpindahan dari kepentingan khusus di dalam sebuah konteks kompetitif. Tujuannya adalah untuk menyebarkan pengaruh atas distribusi kekuasaan untuk manfaat bagi ’orang lain’ di dalam masyarakat Turki—dan bukan berpijak pada fakta bahwa budaya kolektif dan layanan altruistik berbeda dari partisipasi politik.

Peranan sistem politik di Turki berbeda menurut kasusnya. Hal ini secara khusus tidak sama dengan kasus yang telah dikaji di Eropa Barat atau Amerika Utara. Faktor-faktor kejadian di Turki sangat berbeda dari masyarakat Barat tersebut. Dalam hal ini teori-teori gerakan sosial klasik timbul di tengah teori-teori gerakan sosial kontemporer yang terus berkembang. Misalnya, perkembangan demokrasi liberal di Turki secara sukarela terhambat beberapa kali karena tindakan kelompok kepentingan tertentu. Sejarah budaya Turki adalah sebuah faktor kejadian yang membedakan konteks Pencerahan Gülen dari konteks gerakan sosial sebagaimana yang dianalisis oleh para ahli teori gerakan sosial lainnya.

Salah satu implikasi Gerakan Sosial adalah politik partai di Turki tidak dapat memberikan ekspresi yang memadai untuk tuntutan kolektif karena partai politik digunakan untuk mewakili kepentingan yang diasumsikan tetap stabil dengan basis yang berbeda secara geografis, okupasional, sosial atau ideologis. Otonomi harus diperbarui untuk masyarakat sipil, bukan dengan menjatuhkannya ke dalam dimensi politik tetapi dengan turut menyelesaikan masalah-masalah sosial.

Kendati demikian, budaya kelompok kepentingan khusus seperti peristiwa 28 Februari 1997 dan prosesnya memperlihatkan bukti kurangnya persiapan untuk mengambil tugas ini. Mereka telah berupaya mereduksi segala sesuatu yang dibuat di dalam masyarakat sipil secara politis, ancaman atau manipulasi. Implikasi lain, signifikan untuk teori gerakan sosial adalah keadaan spesifik untuk Turki selama tiga puluh tahun terakhir tidak dapat menganalisis mengapa gerakan sosial di Turki ini tidak dapat dijelaskan melalui teori-teori umum yang telah berlaku.

Segala cara bentuk permusuhan yang digunakan oleh kelom-pok radikal dan militan di Turki termasuk elite proteksionis, dapat secara persuasif dijelaskan dengan menggunakan teori-teori gerakan sosial kontemporer. Ideologi dan aplikasi kelompok proteksionis ini mendukung sikap autoritarian, mengawasi terhadap publik dan kebijakan intervensionis dalam kaitan dengan agama, demokrasi partisipatorik, dan kehidupan ekonomi. Perkembangan di tingkat domestik dan internasional tidak banyak memengaruhi peranan dan kepemimpinan mereka. Ada sedikit pengakuan pada pihak mereka bahwa ada beragam model organisasi sosial yang dapat berfungsi sebagai sebuah platform untuk identitas, masyarakat, kepentingan Turki khususnya dan untuk masyarakat internasional dan kemanusiaan pada umumnya. Karena mereka menarik sekumpulan nilai materialistik dan politisasi atau bingkai dari berbagai teori gerakan sosial sekarang ini, maka tindakan mereka dapat dengan berhasil dijelaskan melalui berbagai teori ini.

Seperti para ahli teori gerakan sosial kontemporer, kelompok-kelompok ini juga tidak mengetahui bahwa motivasi internal sesungguhnya memengaruhi tindakan atau perilaku masyarakat atau mereka tidak mengetahui cakupan motivasi internal tersebut. Selain itu, mereka tidak mengaitkan seluruh motivasi bagi individu dan gerakan sosial dengan faktor-faktor eksternal terhadap substruktur kondisi politik atau ekonomi.

Kebalikan dengan elite proteksionis, kelompok radikal, dan militan, Pencerahan Gülen membuktikan dirinya berhasil dalam memobilisasi energi yang tidak aktif, tertidur tetapi inovatif yang ada di masyarakat Turki dan lainnya. Para partisipan telah membentuk sebagian besar organisasi yang beroperasi lintas batas ekonomi, politik dan budaya dan melibatkan berbagai anggota masyarakat di dalam waktu yang sangat singkat pada wilayah yang luas untuk mencapai keberhasilan proyek-proyek bersama. Berbeda dengan elite proteksionis, Pencerahan Gülen telah menunjukkan bahwa organisasi ini dapat mengendalikan tekanan dan meng-hindari ketegangan di dalam komunitas yang terfragmentasi. Hal ini menyirkulasi dan mendifusi gagasan, informasi, pola tindakan baru dan budaya. Hal ini telah mentransformasi potensi untuk kohesi di dalam sistem politik ke dalam upaya untuk menghasilkan berbagai layanan yang bermanfaat. Gerakan ini tidak pernah menunjukkan proses pembelajaran ke arah kekerasan maupun bentuk provokasi yang dijadikan cara oleh organisasi.

Meskipun seluruh kontramobilisasi yang dilakukan oleh kelompok kepentingan di Turki, Pencerahan Gülen tidak mengem-bangkan aspirasi tertentu untuk tumbuh menjadi sebuah gerakan yang berkonflik, sebuah partai politik atau berupaya mencari kekuasaan politik. Sebaliknya, Gülen tetap sepenuhnya di dalam tradisi Sufi utama untuk menangani kebutuhan spiritual masyarakat mendidik mereka dan memberikan stabilitas pada masa-masa susah. Dia seperti yang kita lihat telah dituduh secara tersembunyi berkonspirasi untuk mendapatkan kekuasaan politik atau merusak status quo. Tetapi berbagai tuduhan itu telah terbukti salah dan rekayasa semata. Sebagian besar publik Turki tetap menganggap Gülen sebagai seorang ulama Islam yang moderat dan tidak subversif atau melakukan tindakan konspirasi.

Pencerahan Gülen bukan sebuah perjuangan atau mobilisasi untuk produksi, pemberian dan alokasi sumber daya dasar kepada masyarakat. Gerakan Gülen bukan bersifat materialistik, antagonistik atau berkonflik. Pencerahan Gülen bermaksud untuk membawa perubahan di dalam diri seseorang, di dalam cara berpikir, sikap, dan perilaku mereka. Pencerahan Gülen mengajarkan berbagai individu untuk menggunakan hak-haknya secara konstitusional agar dapat memberikan kontribusi dan melayani masyarakat secara positif. Oleh karena itu, Pencerahan Gülen adalah sebuah bentuk altruisme sosial kolektif, terarah, tidak berkonflik, apolitik, dan terorganisasi yang muncul dari masyarakat sipil yang tetap di dalam batas-batas bidang perhatian dan tindakan mereka.

Pencerahan Gülen meyakinkan sebuah peranan yang tidak totaliter sebagai mediator tuntutan. Gerakan ini mengundang pengertian yang memungkinkan masyarakat untuk mengambil tanggung jawab untuk tindakan mereka sendiri di dalam batas-batas hukum yang berlaku. Gerakan ini membantu menciptakan ruang publik bersama yang di dalamnya terdapat sebuah kesepakatan yang akan dicapai melalui pembagian tanggung jawab untuk bidang sosial di luar kepentingan partai ataupun jabatan. Gerakan ini menciptakan keterbukaan di dalam sistem dan energi inovatif yang menghasilkan SMO baru. Gerakan ini menciptakan elite-elite baru yang mampu mengatasi situasi sulit (yang sebelumnya diabaikan), dan hal ini memberikan pencerahan pada wilayah masalah-masalah kompleks di dalam sebuah sistem. Sebuah aktor kolektif dengan watak dan kualitas ini sangatlah diperlukan untuk pengembangan demokrasi dan masyarakat yang terbuka di Turki.

Partisipasi dan kontribusi Pencerahan Gülen di dalam berbagai proyek sosial menegaskan komitmen keterlibatannya dengan mendahulukan kepentingan umum di masyarakat. Melalui aktivitas yang legal dan sah di dalam batas-batas yang disepakati oleh Sistem untuk mencapai berbagai tujuan kolektif, serta tidak berupaya memperluas pengaruh politik agar mendapat manfaat dari ’orang lain’ dalam masyarakat Turki atau lainnya.

Hal ini memiliki dua hasil utama pada tingkat analisis yang berbeda. Pertama, memberikan manfaat untuk proses modernisasi sistem politik, konsolidasi masyarakat sipil dan demokrasi pluralistik dan reformasi institusional di Turki. Kedua, hal ini menjelaskan kerangka kerja konseptual sebelumnya di dalam berbagai kajian gerakan sosial tidaklah memadai dan memperlihatkan kekurangan pendekatan kategorikal dan bias terhadap masyarakat yang terinspirasi oleh kepercayaan ataupun umat Muslim mainstraim dan Islam budaya yang damai.

Pencerahan Gülen memperlihatkan adanya definisi dan dimensi lain dari pengalaman manusia yang mengajak masyarakat memperhatikan tanggung jawabnya. Hal ini sebuah tantangan simbolik terhadap organisasi proteksionis di Turki. Melalui dimensi yang ditawarkannya, Pencerahan Gülen mengembangkan model rasionalitas sosial baru. Para partisipan memberikan masyarakat dengan hadiah budaya melalui tindakan mereka. Hal ini peduli dengan simbol-simbol budaya bukan konfrontasi dan konflik. Hal ini memungkinkan adanya penyesuaian kembali atas berbagai bentuk peranan di dalam kerja layanan bagi identitas Pencerahan Gülen yang menekankan keberhasilan mereka dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Sentralitas sosial dari aktor kolektifnya, peranan otonom dalam mendefinisikan kebutuhan personal, hubungan mediasi yang terus- menerus antara kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, dan individu, keluarga dan masyarakat merupakan pengalaman sehari-hari mereka. Melalui kegiatannya sebuah isyarat nyata membahas berbagai masalah sosial dan individu. Oleh karena itu, wataknya muncul sebagai sebuah tantangan simbolik yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Pencerahan Gülen secara progresif memodernisasi budaya dan organisasinya. Mereka telah meningkatkan profesional baru yang berkualitas agar dapat memberikan berbagai layanan. Mereka juga menerapkan rasionalitas melalui netralitas keahlian teknis yang dapat diterima. Hasilnya mereka telah menyosialisasikan dan mentransmisi-kan berbagai nilai dan ketentuan untuk pengem-bangan keterampilan personal. Dengan menggeneralisasi dan mengakumulasi berbagai hasil tindakan mereka, jaringan layanan dan SMO telah menghasilkan interaksi dan memediasi berbagai institusi. Partisipasi dan jaringan layanan ini mencermati berbagai keterbatasannya sendiri dan hal ini membuatnya bersifat reflektif. Pencerahan Gülen berhasil karena sebagai sebuah gerakan murni yang telah menentukan model original dan contoh serta membangun berbagai institusi yang berhasil untuk aktor sosial lainnya agar dapat berkembang.

Sebagai sebuah gerakan kontemporer, modus operandi Pen-cerahan Gülen adalah meramu pengertian baru untuk tindakan sosial dan berfungsi sebagai mesin utama inovasi dan transformasi damai melalui pendidikan, interaksi, dan kerja sama. Bagi para partisipan Pencerahan Gülen, dimensi yang bermusuhan atau politik seperti yang dijelaskan oleh para ahli tindakan kolektif kontemporer dan teori gerakan sosial acapkali tidak mewakili apa-apa selain residu/sampah.

Oleh karena itu, membaca orientasi politik (atau motivasi) dari gerakan sosial harus melakukan penyesuaian atau memperluas perspektifnya apabila akan menganalisis berbagai gerakan seperti Pencerahan Gülen secara berhasil guna. Membatasi analisis terhadap dimensi politik semata dari fenomena yang diamati (seperti pertikaian dengan pihak otoritas) berarti tunduk kepada reduksionisme. Reduksionisme ini mengabaikan dimensi sosio-budaya secara khas dari sebuah tindakan kolektif dan terutama fokus pada karakteristik yang siap diukur dengan visibilitas yang tinggi.

Di bawah tindakan layanan Pencerahan Gülen, masyarakat telah diinspirasi oleh kepercayaan yang melandasi berbagai proyek dan layanan pendidikan altruistik, sumber daya, adanya asal usul, konsekuensi, implikasi praksis, ideasional, dan sosial yang digagas oleh Gülen. Dengan demikian sangat berbeda dari gerakan yang sebelumnya dieksplorasi di dalam teori gerakan sosial. Secara khusus, layanan altruistik menekankan dimensi lain dan memberikan sebuah karakter khusus terhadap Pencerahan Gülen. Dimensi altruisme tersebut di dalam gerakan sosial pada saat ini kurang dimainkan, ditolak atau hanya dijelaskan sepintas di dalam teori gerakan sosial. Kedudukan altruisme sebagai sebuah faktor internal di dalam gerakan sosial harus diakui di masa depan sebagai kriteria atau perangkat analisis.

Teori-teori dan para ahli teori gerakan sosial relatif tidak akrab dengan gerakan damai yang diinspirasi oleh kepercayaan yang muncul di dalam masyarakat muslim sejak permulaan abad kedua puluh. Karena Pencerahan Gülen berasal dan berkembang dalam komunitas yang mayoritas Muslim pada umumnya, maka motivasi untuk partisipasi mencakup berbagai nilai yang diambil dari Islam meliputi altruisme dan berbagai nilai nonmaterialis lainnya. Teori-teori gerakan sosial sekarang ini tidak dapat mendeskripsikan Pencerahan Gülen secara memadai karena reduksionismenya ketika membahas gerakan yang diinspirasi oleh kepercayaan pada umumnya dan gerakan Islam pada khususnya. Hal ini disebabkan karena mereka tidak melihat atau mengabaikan bingkai dan faktor-faktor internal gerakan tersebut.

Kemudian, ketika menganalisis gerakan sosial yang memenuhi kontramobilitasi, haruslah diingat bahwa pada waktu tertentu seluruh tindakan sebuah gerakan sosial tidak diarahkan pada kekuatan kontra-mobilisasi dan seluruh kekuatan tindakan kontramobilisasi tidak diarahkan untuk satu gerakan sosial tertentu. Dengan adanya tantangan dari musuh tentu saja mobilisasi gerakan tersebut tidak akan efektif. Tentu saja, logika di atas tidak tepat dalam menyimpulkan gerakan sosial seperti Pencerahan Gülen yang dihadapi oleh kontramobilisasi yang berasal dari elite proteksionis di Turki. Hal ini tidak tepat untuk menganalisis tindakan baik aktor sosial di dalam tindakannya dengan menggunakan kriteria yang sama. Misalnya, mereka yang melakukan kontramobilisasi terhadap Pencerahan Gülen termotivasi oleh cara tertentu yang lebih dapat diprediksikan bagi berbagai teori gerakan sosial selama ini. Secara teoretis, pada umumnya gerakan sosial bersifat bermusuhan dan materialistik, mereka secara sadar terlibat di dalam sebuah perjuangan untuk mempertahankan kontrol atas sumber daya material dan kekuasaan politik. Apabila perbedaan di dalam faktor-faktor internal mobilisasi dan kekuatan kontramobilisasi tidak dimasukkan di dalam analisis ini, maka pengakuan atas tindakan satu partai, misalnya, elite proteksonis, dapat mengarahkan peneliti kepada sebuah analisis reduksionis yang tidak tepat termasuk meng-analisis Pencerahan Gülen.

Identitas atau hakikat Pencerahan Gülen merupakan gerakan masyarakat sipil, interpersonal, konsensus, afektif, informal, dan integratif. Hal ini bukan bersifat jangka pendek, instrumental ataupun formal. Hal ini bersifat budaya dan pekerjaan konkret; reflektif diri dan altruistik. Mereka tidak bersifat bermusuhan, politis, termarginalisasi, eksklusivis dan kekerasan. Mereka bertindak berbasis proyek, pendidikan, inklusif, dan universalistik. Kegiatannya bersifat jangka panjang, lokal, dan transnasional; pluralis, kolaboratif, demokratis, mediasi, beradab, dan damai. Pencerahan Gülen adalah sebuah aktor masyarakat sipil yang apolitik, sukarela, antarperadaban yang berbagai upayanya paling terlihat dan jelas dideskripsikan sebagai altruisme sosial kolektif. Di seluruh waktu dan tempat, para partisipan Pencerahan Gülen telah bertindak secara bermakna untuk mereduksi agresi dan ketidaksepakatan dan terbukti bahwa mereka berada pada sisi perdamaian dan kerja sama.

Pin It
  • Dibuat oleh
Hak Cipta © 2020 Fethullah Gülen Situs Web. Seluruh isi materi yang ada dalam website ini sepenuhnya dilindungi undang-undang.
fgulen.com adalah website resmi Fethullah Gülen Hojaefendi.