Memupuk Sikap Penuh Pengorbanan

Memupuk Sikap Penuh Pengorbanan

Masalah ini perlu dibicarakan secara terperinci dan teliti, tetapi dalam kesempatan ini Penulis hanya ingin menyebutkan sebagian kecil saja.

Sesungguhnya sifat senang berkorban dari para da'i sangat dibutuhkan, karena tanpa itu maka mereka tidak termasuk para da'i yang sukses.

Perlu diketahui bahwa di dunia ini masih banyak orang-orang yang mau berkorban untuk kepentingan dakwahnya. Mereka rela mengorbankan jiwa, harta, keluarga, dan kedudukan mereka. Demi untuk menyelamatkan orang lain di dunia dan di akhirat. Ketika Rasulullah Saw. telah menyebarkan agamanya di kota Mekah, maka beliau Saw. memberi pemahaman tentang jiwa pengorbanan dan menanamkannya di hati setiap sahabatnya. Beliau Saw. lebih dulu melakukan pengorbanannya kepada orang lain, kemudian menganjurkan kaum kerabatnya yang terdekat. Misalnya Siti Khadijah ra, istri beliau Saw. yang pertama. Ia senantiasa rela berkorban apa saja yang ia miliki demi membela agama yang disebarkan oleh Nabi Saw.. Sedikit pun ia tidak pernah berharap imbalan apapun dari pengorbanannya itu. Ia selalu menyiapkan jamuan makan bagi orang-orang yang diundang oleh beliau Saw. untuk mengajak mereka ke jalan Allah. sampai ketika Siti Khadijah meninggal dunia, maka ia tidak mempunyai uang sedikit pun untuk membeli kain kafannya.

Karena itu setiap da'i harus mempunyai jiwa dan pengorbanan yang luar biasa., baik yang berupa harta, jiwa, pikiran, kemerdekaan dirinya, dan kemanusiaannya dengan pengorbanan sebaik-baiknya. Contohnya para sahabat Nabi Saw. seperti Abu Bakar, „Umar, „Utsman dan „Ali –ra.-- semuanya rela meninggalkan tempat tinggalnya, hartanya, keluarganya, anak, dan istrinya dan hal itu dilakukan oleh semua kaum Muhajirin. Mereka rela mengorbankan semua kesenangannya demi menegakkan agama yang mereka anut. Mereka hanya membawa bekal seperlunya saja untuk berhijrah demi untuk menegakkan agama Islam di tempat lain. Akhirnya mereka disambut oleh penduduk kota Madinah yang telah beriman dengan sambutan yang luar biasa. Bahkan mereka rela membagi harta dan apa saja yang mereka miliki kepada saudara-saudaranya kaum Muhajirin.[1]

Meskipun mereka sendiri masih membutuhkan kekayaan yang mereka korbankan bagi saudara-saudaranya kaum Muhajirin. Tetapi karena mereka merasa bahwa untuk tegaknya amar ma'ruf nahi munkar, maka setiap sahabat Rasulullah Saw. senantiasa bersedia merngorbankan apa yang mereka miliki, sehingga mereka diberi Allah pertolongan kesuksesan dalam hidup beragama Islam yang baik.

[1] Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Manaqib Al-Anshor 3, Al-Buyu’ 1, Hayatu al-Shahabah 1/381.

Pin It
  • Dibuat oleh
Hak Cipta © 2020 Fethullah Gülen Situs Web. Seluruh isi materi yang ada dalam website ini sepenuhnya dilindungi undang-undang.
fgulen.com adalah website resmi Fethullah Gülen Hojaefendi.