Surah al-Baqarah [2]: 251

وَلَوْلاَ دَفْعُ اللّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الأَرْضُ وَلَكِنَّ اللّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ
“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam” (QS Al-Baqarah [2]: 251).

Firman Allah di atas mengisyaratkan bahwa Allah mengajak kita berpikir tentang berbagai masalah, termasuk juga tentang adanya perimbangan di alam manusia yang hidup di alam tabiat dan lingkungan. Segala sesuatu telah ditetapkan suatu peraturan dan ketetapan tertentu. Yang sedemikian itu hanyalah untuk menjaga adanya keseimbangan bagi umat manusia. Karena itu, Allah memberi petunjuk kepada kita ke jalan yang lurus dan menyuruh kita untuk berjuang demi untuk mewujudkan jalan ke sana. Yang sedemikian itu harus diwujudkan oleh manusia dalam lingkungan sebab-sebabnya. Jika tidak, maka dunia menjadi sebuah tempat yang tidak dapat dijadikan tempat tinggal yang aman dan mulia bagi manusia.

Perlu diketahui jika sebagian perasaan yang terdapat pada diri manusia tidak bisa ditundukkan untuk berbagai tujuan dan hukum tertentu, yaitu menundukkannya dengan perantara dasar-dasar agama dan berbagai nilainya, maka manusia sekali-kali tidak akan jauh dari menghancurkan berlaku zhalim dan bermusuhan dengan sesamanya. Andaikata di sana tidak ada sebagian orang yang mengembangkan perasaan kemanusiaan dengan keimanan dan keislaman, sehingga mereka menjadi pembela kebenaran dan berbagai peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Mereka menyebarkan berbagai perasaan aman dan ketenangan, meskipun dunia dipenuhi dengan orang-orang yang suka berbuat kesewenangan, permusuhan, kezhaliman dan kehinaan. Adapun dari segi hubungan, perimbangan dan internasional, maka keamanan dan saling mempercayai di antara berbagai dunia dan di antara berbagai masyarakat menjadi tidak ada, sehingga berbagai macam ketidak adilan berada di tangan orang-orang yang kuat dan perusak. Keadaan yang sedemikian itu menandakan bahwa manusia telah kalah dan mereka menerima berbagai kekacauan. Dalam keadaan seperti itu manusia tidak bisa membicarakan tentang kehidupannya sebagai manusia, tentang pengetahuan, tentang kesenian, bahkan tidak dapat pula membicarakannya tentang iman, karena di sana telah tidak ada keamanan atau kepercayaan, baik di antara suatu umat maupun di kalangan masyarakat. Ketika keadaan yang sedemikian gentingnya itu telah merajalela, maka semua manusia menjadi kejam atau menjadi binatang buas, sehingga yang kuat akan mengaku bahwa pihaknya selalu di pihak yang benar. Karena itu, dengan kekuatan, manusia berjuang mati-matian untuk menambah kekuatannya yang lebih besar. Mereka menetapkan berbagai undang-undang menurut hawa nafsu mereka. Pokoknya, mereka memenuhi alam semesta ini dengan ideologi individualis.

Untuk menolak adanya kerusakan dalam kehidupan dan pola berpikir manusia dan untuk menyamakan berbagai niat kezhaliman dan permusuhan, maka Allah menciptakan sebagian orang mukmin yang insyaf terhadap orang-orang kafir yang tidak mempunyai persaaan insyaf, orang-orang yang berpihak kebenaran kepada mereka yang berpihak kepada kezhaliman, orang-orang yang adil terhadap orang-orang yang suka berbuat kesewenangan, orang-orang yang selalu bersikap kasih sayang terhadap orang-orang yang suka bersikap kekerasan, kesemuanya itu diciptakan oleh Allah untuk menciptakan dasar-dasar keseimbangan di antara manusia, seperti diciptakannya pula keseimbangan yang ada di alam tabiat, agar dunia tidak menjadi tempat bagi orang-orang yang kuat yang mengikuti hawa nafsu mereka.

Maka sudah sepatutnya orang-orang yang berakal, beriman dan mempunyai pengetahuan untuk berusaha sekuatnya mungkin untuk menyelamatkan alam yang telah rusak oleh ulah manusia. Jika alamnya belum rusak, maka hendaknya mereka senantiasa berusaha menciptakan perbaikan, agar tidak akan terjadi kerusakan di muka bumi. Hendaknya mereka senantiasa bersikap tegas terhadap orang-orang yang berpihak kepada kekacauan dan kerusakan dan hendaknya mereka tidak memberi kesempatan sedikitpun untuk bertambah besarnya kerusakan. Yang sedemikian itu tidak akan berhasil, kecuali harus membuka tempat-tempat untuk menimba ilmu, pendidikan, pembelajaran, membuka pusat-pusat yang bergerak di bidang pemberian petunjuk dan kesadaran kepada orang-orang yang sesat, mendirikan berbagai asosiasi yang diperlukan untuk memperbaiki semua kerusakan yang ada di muka bumi dan menutup segala pintu yang akan menimbulkan kekacauan dan kerusakan serta tidak memberi kesempatan sedikitpun untuk membuka pintu yang dapat menimbulkan kekacauan. Jika semua usaha untuk menutup pintu-pintu kerusakan dan kekacauan telahdijalankan dengan baik, maka Allah akan menurunkan karunia-Nya bagi orang-orang yang dapat melakukan usaha perbaikan itu dengan baik. Tentunya keberhasilan orang-orang yang dapat menciptakan perbaikan bagi segala macam kerusakan dan kekacauan, maka ia harus diberi jasa yang tidak ternilai besarnya.

Pin It
  • Dibuat oleh
Hak Cipta © 2020 Fethullah Gülen Situs Web. Seluruh isi materi yang ada dalam website ini sepenuhnya dilindungi undang-undang.
fgulen.com adalah website resmi Fethullah Gülen Hojaefendi.